Home / Uncategorized / Keutamaan Haji A2 – 30

KEUTAMAAN HAJI

Keutamaan haji banyak disetujui dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Berikut beberapa diuraikan:

Pertama: Haji merupakan amalan yang paling afdhol.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ «إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ». قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ «جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ». قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ «حَجٌّ مَبْرُورٌ»

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membantah,” Amalan apa yang paling afdhol? “Dia shallallahu’ alaihi wa sallam menjawab,” Beriman untuk Allah dan Rasul-Nya. “Ada yang bertanya lagi,” Lalu apa lagi? ” wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “ (HR. Bukhari no. 1519)

Kedua: Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas diterima selain surga. “(HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). Seorang Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang meminta, ‘tidak ada yang pantas diterima selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagai kesalahannya. Bahkan ia layak untuk masuk surga. ”(Syarh Shahih Muslim, 9/119)

Ketiga: Haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah)

Dari ‘Aisyah — ummul Mukminin — radhiyallahu’ anha , ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ «لاَ ، ل َ َ َ ٌّ َ َ َ َ َ َ

“ Wahai Rasulullah, kami yang memandang jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah maksud kami harus berjihad? “” Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur ”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Bukhari no. 1520)

Keempat: Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak mau kefasikan maka dia pulang ke negerinya meminta kompilasi yang didukung oleh “. (HR. Bukhari no. 1521).

Kelima: Haji akan menghilangkan kefakiran dan dosa.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تابعوا بين الحج والعمرة فإنهما ينفيان الفقر والذنوب كما ينفى الكير خبث الحديد والذهب والفضة وليس للحجة المبرورة ثواب إلا الجنة

“ Ikutkanlah umrah kepada haji, karena menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa menghapuskan keselamatan pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala untuk haji yang mabrur selain surga . “(HR. Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani memiliki ini hasan shahih )

Keenam: Orang yang berhaji adalah tamu Allah

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam, beliau bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وََََََََُْْ

“ Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji dan berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah memberi ”(HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan ).

NB : Baca juga artikel Keutamaan Umroh dan Artikel lainnya tentang haji dan umroh di https://hajicybera2-30.blogspot.com/

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

 

 
 
×

Assalamu'alaikum!

Silakan menghubungi customer service kami via whatsapp di bawah ini

× Konsultasi Paket Umroh